Tuesday, January 17, 2012

Repost 2

I have friends,
but they betray me
I have best friends,
but they stab my back
I have a boyfriend, 
but he leaves me like I never exist
I have family, 
but they let me down

However, 
those things just make me stronger and tougher than ever
you can say 'turn me into ice, cold'
I no longer care about you 
as you never think about me
I will do whatever I want
I will be nice just if you are to me
But no, if you are not
I will be crueler than you ever think I can be
I will shut my mouth, no longer talkative
I won't be nice and friendly
I will do anything my way
If you can't deal with it
just quit

I will give you what you give me
But, if you take something from me which is not my will
I will take everything from you
You can say anything
I won't care
But, if I know you're hurting me
I will make that day the last time you can smile sincerely

Don't ever blame me
Because you, guys, who make me like this
And don't say that I have changed
different with what you have ever known
Because you never understand me
also stop pretending that you know me cause you don't
you never do

Just accept who I am now
If you can't
just leave
I won't force you
I won't ask you to stay
Just leave or stay
It's all up to you 
I don't care
I don't need anyone
I can't trust anyone
anymore
~

Live Like a Cloud

ia yang selalu mengawasi kita dari atas
mengamati manusia kecil yang bergerak resah

ia yang terlihat kuat
bergerak bersama-sama bergandengan tangan
namun pada saat yang sama
harus berpasrah pada angin
yang membawanya entah ke mana

saat musim kemarau
ia tersenyum sembari menghalangi sinar matahari yang menusuk
saat musim hujan
kita tersenyum melihatnya berubah kelabu
berharap hujan akan segera turun

namun seiring hujan
ia kan luruh
hilang berganti awan yang lain

butir-butir air yang telah turun ke bumi
mengalir tak sabar menuruni gunung dan lembah
melintasi desa dan kota penuh limbah
masih tetap kuat dan tak berdaya
hanya genangan juga sungai berarus
terserap tanah juga mengikis batuan
sampai akhirnya mencapai tujuan akhir 
berkumpul bersama semua yang menantinya
menunggunya dengan uluran tangan

di lautan memandang
menunggu hangat matahari menyentuhnya
mengangkatnya sekali lagi ke langit
menjadi awan yang baru
~

Pohon dan Angin

Ibarat ku sebatang pohon
berteman angin
menari bernyanyi
ku yang seharusnya memandang awan
tinggi di sana kan nanti memeluk
tapi yang terjadi
ia yang kupikirkan
ia yang selalu terbayang

angin yang berbeda 
yang mengajakku nikmati dunia
yang temani ku sepanjang waktu
mengulurkan tangannya
menggenggam erat
rasa yang kelak kan makin kuat

apakah aku salah ??
ku tahu itu aneh
ku tahu itu tak biasa
namun juga tak bisa ku pungkiri

aku yang kemudian memutuskan
menyadari apa yang kurasakan
bersama angin kian tersenyum
kini berbeda rasaku jua

ku tahu ku tak bisa miliki angin
hanya bisa diam
berharap terus bersama
hanya bisa berusaha
merasakan sentuhannya
di sela-sela dahanku
menahan kepergiannya

berharap bisa bersama
andai ia bukan angin
~

Untitled

bahasa rembulan
yang mengalun melewati alam
dengan lembut menyapu batuan
yang berdiri tegak sehalus pualam

awan yang bergerak
menari mengitari pujaan hati
membentuk lingkaran sempurna
tempat ia berpijar tersenyum

angin berhembus
mendorong pepohonan turut meliuk
menyanyikan nada murni tak tersampaikan
setiap kali melewatinya

bunga bermekaran
rumput bergoyang
dahan berderak
bagai hidup dalam kesatuan perayaan

situasi yang tenang kini gemuruh
melepas satin pembungkus luka
hati yang diam kini bergetar
menahan sakit yang lama tertahan

pulau di seberang teluk memandang
dalam siluet tipis yang terabaikan
di mana terdapat sepasang mata
yang dengan sabar terus mengamati

tetes hujan mulai bergulir
bau tanah mulai menguar
menguatkan tiap aspek kehidupan yang terikat di dalamnya
bagai benang laba-laba merah yang kekal

pucat pasi wajah rembulan sekarang
menunggu dentang memanggil dirinya
ia akan terganti diiringi seruan hutan
menghitung lembar yang terus bertambah

langit memukau mengubah diri
pekatnya malam kian sirna
kala laki-laki muncul
memaksa roda kehidupan berpacu kencang

semua kembali ke asalnya
tenang tak bergairah

hangatnya menguap
mengundangnya datang
memulai kembali perayaan
dalam kesadisan yang harmonis
~

ku lihat
siluet garis semerah darah
bagai luka yang menganga di kaki langit
~

api kecil
bergerak gelisah di mulut pemantik
hanya sebentar dan mati
tapi meninggalkan sesuatu
yang bukan fisik
...
menentramkan hati
~

lubang yang terbuka
mengikis otak
mengambil perhatian yang bukan miliknya
menggerogoti badan
melemahkan jiwa
...
saat itu
tetesan darah
hangat menyentuh kulit
membuat luka fisik
mengambil kembali perhatian yang bukan miliknya
~

Waktu

Biarkan pulau menjamah
Bibir lautan yang kaku
Karena debur ombaknya
Telah terhenti sang waktu

Tengah kota malam terang
Pinggir desa malam gelap
Hamparan manusia terhenti jua
Termakan alunan sang waktu

Tetes hujan yang tak pernah jatuh
Tertahan di udara menggantung pilu
Tak pasti arah mana akan berakhir
Karena sang waktu telah pergi

Kiranya ia kembali
Kehidupan akan berjalan lagi
Seakan tak pernah berhenti
Dan tak ada yang kan menyadari

Sang waktu yang berkelana
Sendirinya dan sepinya
Hanya ia yang bertahan

Bersama sekelompok manusia
Hilir mudik lahir dan mati
Hanya ia yang menyaksikan

Sendirinya dan sepinya
Hanya ia yang tau
Sekali lagi sang waktu
Terus berjalan
~

sekarang gue lebih cuek
sebenernya mencoba untuk lebih cuek
lebih berpikir kalau hal-hal yang ga enak itu udah terjadi
dan apapun yang gue lakukan mungkin bukannya membuat itu lebih baik
tapi malah lebih buruk atau terkesan mengada-ngada
sekarang yang penting gimana gue ke depannya
gue lebih ga peduli orang berpendapat apa tentang gue
lebih mencoba untuk ga tau malu
karena belum tentu kita baik tapi orang juga baik sama kita
bukan berarti jadi jahat
tapi sedikit lebih egois gue rasa lebih mending
daripada gue mencoba buat baik ke semua orang tapi orang lain ga menghargai itu
karena belum tentu orang lain ngerti maksud kita yang sebenernya
mereka cuma berasumsi, ga lebih
~

No comments:

Post a Comment